sungguh 'MENYAYAT HATI'...

Saturday, November 28, 2009 0 Comments


Di sudut pasar Madinah ada seorang  pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada  setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku,  jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila  kalian mendekatinya maka kalian akan  dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad  Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan  tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu  sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang  menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW  melakukan hal ini setiap hari sampai beliau  wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW,  tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi  kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat  terdekat Rasulullah SAW yakni Abu bakar RA berkunjung ke  rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak  bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya   kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah  kebiasaan kekasihku yang belum aku  kerjakan?".

Aisyah RA menjawab,
"Wahai ayah, engkau adalah  seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya  pun yang belum ayah lakukan kecuali satu  saja".
 
"Apakah Itu?", tanya Abubakar  RA.
 
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke  ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang  pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar  dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis  itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu  memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA  mulai menyuapinya,

sipengemis marah sambil  mengherdik,
"Siapakah kamu?". 

Abubakar RA menjawab,
"Aku  orang yang biasa (mendatangi engkau)."

"Bukan! Engkau bukan orang yang  biasa mendatangiku",
bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan  ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.  Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,  tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis  itu melanjutkan  perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air  matanya, ia
menangis sambil berkata kepada pengemis itu, 
"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang  mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah  SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis  mendengar
penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu  menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku  sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,  ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar R.A saat itu juga dan sejak hari  itu menjadi  muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita  meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau  adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia  akhlaq.

Kalaupun kita tidak meneladani baginda seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang  kita sanggup lakukannya.

Sadaqah  Jariah salah satu dari nya mudah  dilakukan, pahalanya? Sadaqah  Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan  al-Quran  pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda  mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda dan setiap orang sakit menggunakannya,  Anda dapat  hasanah
3. bagi  bacaan yang membangun dengan seseorang.
4. Bantu pendidikan seorang anak.
5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap  bacaan do'a itu,  Anda dapat hasanah.
6. Bagi CD  Quran atau  Do'a.
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
8. Tempatkan  pendingin air di tempat umum.
9. Tanam  sebuah pohon. Setiap seseorang  atau binatang berlindung  dibawahnya, Anda dapat hasanah.

aminnnnnn...

eddy kodow

Anak yang "Sejuk Perut Ibu Mengandung" itu bukan yang lulus universiti,bukan yang ada PHD, bukan yang bergaji 18ribu sebulan...tapi ialah anak yang berjasa kepada kedua orang tuanya dan yang sentiasa berdoa dan membaca Al-Quran untuk roh mereka - UAI

0 komentar:

Ada lagi...

PAKATAN HARAPAN RAKYAT

PAKATAN  HARAPAN RAKYAT